Digital Da’wah and the Transformation of Religious Authority: A Methodological Integration in Islamic Studies

Authors

  • Ismail Hamdi Universitas Negeri Jakarta
  • Adhe Noer Alie Pratama Universitas Negeri Jakarta
  • Achmad Farid Universitas Negeri Jakarta
  • Abdul Fadhil Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58824/arjis.v5i1.502

Keywords:

methodological approach, Islamic studies, digital preaching, social media

Abstract

This study examines the transformation of Islamic preaching (da’wah) in social media through an integrated methodological framework combining normative-theological and sociological approaches. While existing studies tend to separate textual-normative analysis from empirical social dynamics, this research introduces a hybrid methodological model that bridges maq??id al-shar?‘ah, u??l al-fiqh, and Qur’anic preaching principles with digital sociology perspectives. Using a qualitative content analysis of 150 digital da’wah contents across YouTube, Instagram, and TikTok (2024–2025), this study analyzes communication styles, audience engagement, and shifts in religious authority. The findings reveal three major transformations: (1) the emergence of algorithmic-based religious authority competing with traditional scholarly legitimacy; (2) the adaptation of interactive and visual communication styles aligned with digital audiences; and (3) the contextual reinterpretation of Islamic teachings within contemporary issues. The novelty of this study lies in proposing an integrative methodological framework that not only explains digital da’wah phenomena but also provides evaluative tools grounded in Islamic epistemology. This approach contributes to the future development of Islamic studies by offering a comprehensive model for analyzing religion in digitally mediated environments.

[Penelitian ini mengkaji transformasi dakwah Islam (dakwah) di media sosial melalui kerangka metodologis terpadu yang menggabungkan pendekatan normatif-teologis dan sosiologis. Sementara studi yang ada cenderung memisahkan analisis tekstual-normatif dari dinamika sosial empiris, penelitian ini memperkenalkan model metodologis hibrida yang menjembatani maq??id al-shar?'ah, u??l al-fiqh, dan prinsip-prinsip khotbah Al-Qur'an dengan perspektif sosiologi digital. Menggunakan analisis konten kualitatif dari 150 konten dakwah digital di YouTube, Instagram, dan TikTok (2024–2025), penelitian ini menganalisis gaya komunikasi, keterlibatan audiens, dan pergeseran otoritas agama. Temuan ini mengungkapkan tiga transformasi utama: (1) munculnya otoritas agama berbasis algoritmik yang bersaing dengan legitimasi ilmiah tradisional; (2) adaptasi gaya komunikasi interaktif dan visual yang selaras dengan audiens digital; dan (3) penafsiran ulang kontekstual ajaran Islam dalam isu-isu kontemporer. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengusulan kerangka metodologis integratif yang tidak hanya menjelaskan fenomena dakwah digital tetapi juga menyediakan alat evaluatif yang didasarkan pada epistemologi Islam. Pendekatan ini berkontribusi pada pengembangan studi Islam di masa depan dengan menawarkan model komprehensif untuk menganalisis agama dalam lingkungan yang dimediasi secara digital.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ghazali, I. (2018). Dakwah Digital: Media Sosial dan Transformasi Dakwah Kontemporer. Jurnal Studi Islam, 12(2), 135–150.

Nasr, S. H. (2006). Islamic Science: An Illustrated Study. World Wisdom.

Sari, D. P. (2023). Strategi Komunikasi Dakwah di Era Media Sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 9(1), 45-58.

Wachid, K. (2020). Pendekatan Sosiologis dalam Studi Islam Kontemporer. Jurnal Ilmiah Islam, 15(1), 22–39.

Yusoff, N. M., & Rahman, A. A. (2017). Media Sosial dan Perubahan Sosial: Telaah Dakwah di Era Digital. Jurnal Komunikasi Islam, 8(3), 201-219.

Fajrussalam, H., Farhatunnisa, G., Realistiya, R., Rosyani, W. A., & Rahmawati, Y. (2023). Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Pengembangan Dakwah Islam. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 2337-2447.

Fajrussalam, H., Nursyahbani, A., Khoirunnisa, A., Nurbaiti, N., & Ningrum, N. C. (2023). Konten Dakwah Habib Ja’far Al-Haddar di Media Sosial Tiktok. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1647-1659.

Abdullah, M. A. (2012). Islam sebagai ilmu: Epistemologi, metodologi dan etika. Pustaka Pelajar.

Boyd, D., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230.

Setiadi, A. A. F. (2021). Dakwah dalam media sosial (studi kasus pemanfaatan YouTube oleh ulama di Kabupaten Magelang).?Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2).

Warliah, W., Auliya’ Abdillah, Y., & Mirzaq Miftahul Huda, A. (2022). Platform YouTube sebagai sarana dakwah masa kini: kontribusi Habib Jafar. Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 5(2).

S. Y., Harahap, N., Abidil, S., & Islam, U. (2023). Analisis pesan dakwah Syafiq Riza Basalamah di media sosial Instagram. SIBATIK: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 2(4).

Maharani, A. S., Khairunnisa, A. A., & Surahman, C. (2025). Efektivitas aplikasi TikTok sebagai media sosial dalam penyebaran dakwah Islam di era digital.

IHSANIKA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(3), 01–07.

Latief, H. (2020). Digital Da’wah in Indonesia: Trends, Challenges, and Prospects. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Press.

Myers, D. G. (2013). Social Psychology (11th ed.). New York: McGraw-Hill.

Parsons, T. (1966). Societies: Evolutionary and Comparative Perspectives. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Rahman, F. (1979). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Repository UINSaizu. (2021). Analisis Konten Dakwah pada Akun Media Sosial Instagram @HANAN_ATTAKI.

Repository UINSaizu. (2024). Studi Kasus Ustadz Hanan Attaki dalam Meningkatkan Partisipasi Dakwah Digital.

Al-Maroof, R. S., Al-Emran, M., & Salloum, S. A. (2023). Artificial intelligence in education: Challenges and opportunities. Education and Information Technologies, 28(3), 3325–3351.

Bunt, G. R. (2018). Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. London: Bloomsbury Academic.

Campbell, H. A. (2010). When Religion Meets New Media. New York: Routledge.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and Society in Tension. Chicago: Rand McNally.

Hidayatullah.or.id. (2025, Februari 12). Fakta Data dan Tantangan Dakwah di Media Sosial.

Jurnal Dakwah. (2025, Juli 5). Transformation of religious authority in the digital era. Jurnal Dakwah, 16(2), 145–160.

Published

2026-04-27

How to Cite

Hamdi, I. ., Alie Pratama, A. N. ., Farid, A., & Fadhil, A. . (2026). Digital Da’wah and the Transformation of Religious Authority: A Methodological Integration in Islamic Studies. Abdurrauf Journal of Islamic Studies, 5(1), 49–60. https://doi.org/10.58824/arjis.v5i1.502