Main Article Content

Abstract

The murder and mutilation case in Ngawi is a form of gross violation of Human Rights (HAM) which shows a clear contradiction between the theory of maq??id syar?‘ah and social practices in society. The problem of this research is based on the fact that the main objectives of maq??id syar?‘ah, namely the protection of religion (?if? al-d?n), soul (?if? al-nafs), reason (?if? al-‘aql), descendants (?if? al-nasl), and property (?if? al-m?l), are actually violated to the extreme in the practice of murder accompanied by mutilation. This research aims to analyze the application of maq??id syar?’ah not only as a normative concept, but in relation to real cases of human rights violations, as well as to provide perspectives on the role of maq??id syar?‘ah as a basis for law enforcement and prevention of violence. The research method used is a descriptive method with a normative approach, through a review of Islamic legal principles and analysis of legal and social facts in the case of mutilation murder in Ngawi. The results of the study indicate that mutilation murder is a serious crime triggered by emotional conflict, psychological pressure, and weak moral values, and comprehensively violates all principles of maq??id syar?‘ah, especially the protection of life as the highest goal of sharia. The implications of this research are expected to be educational material and reflection for the community regarding the importance of protecting the right to life and preventing violence as part of sharia values, as well as contributing to efforts to harmonize the ideal concept of maq??id syar?‘ah and the reality of law enforcement in dealing with extreme violent crimes.


[Kasus pembunuhan mutilasi di Ngawi merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang menunjukkan pertentangan nyata antara teori maq??id syar?‘ah dan praktik sosial di masyarakat. Masalah penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa tujuan utama maq??id syar?‘ah, yaitu perlindungan agama (?if? al-d?n), jiwa (?if? al-nafs), akal (?if? al-‘aql), keturunan (?if? al-nasl), dan harta (?if? al-m?l), justru dilanggar secara ekstrem dalam praktik pembunuhan disertai mutilasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maq??id syar?‘ah tidak hanya sebagai konsep normatif, tetapi dalam kaitannya dengan kasus nyata pelanggaran HAM, serta memberikan perspektif mengenai peran maq??id syar?‘ah sebagai dasar penegakan hukum dan pencegahan kekerasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan normatif, melalui telaah terhadap kaidah hukum Islam dan analisis fakta hukum serta sosial dalam kasus pembunuhan mutilasi di Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembunuhan mutilasi merupakan kejahatan berat yang dipicu oleh konflik emosional, tekanan psikologis, dan lemahnya nilai moral, serta secara komprehensif melanggar seluruh prinsip maq??id syar?‘ah, khususnya perlindungan jiwa sebagai tujuan tertinggi syariat. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan edukasi dan refleksi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hak hidup dan mencegah kekerasan sebagai bagian dari nilai-nilai syariah, serta memberikan kontribusi dalam upaya harmonisasi antara konsep ideal maq??id syar?‘ah dan realitas penegakan hukum dalam menghadapi kejahatan kekerasan ekstrem.]

Keywords

Murder and Mutilation Human Rights Maqasid Sharia

Article Details

How to Cite
Ramadhani, A., Nurfiana S, M. W. ., & Kurniati, K. (2026). Praktik Pelanggaran HAM Dalam Kasus Pembunuhan Mutilasi Dalam Perspektif Maqashid Syariah . Journal of Dual Legal Systems, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.58824/jdls.v3i1.503

References

  1. Atas, J., & Penerbangan, K. (2025). Perspektif hukum. 25(2), 33–55.
  2. Bela, J., Upn, N., Jakarta, V., Kajian, P., Negara, B., Veteran, U. P. N., & Volume, J. (2024). DENGAN MUTILASI DALAM PERSFEKTIF HAM Program Study S1 Hukum , Universitas Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa. 2, 14–34.
  3. Bhat, A. M. (2014). Hak asasi manusia dalam Islam.
  4. Buluran, J. R. (2017). PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN MUTILASI MENURUT PASAL 340 KUHP. Lex et Societatis, V.
  5. Ham, M., & Lingkungan, D. (2020). Peran negara menghadapi problematika hak asasi manusia (ham) dalam lingkungan hayati.
  6. Hamid, N. A. B., Man, N. C. H. E., Teknologi, U., & Melaka, M. (2019). KONSEP HIFZ AL- ’ AQL DALAM AKTIVITI PELANCONGAN?: SATU KAJIAN AWAL CONCEPT OF HIFZ AL- ’ AQL IN TOURISM ACTIVITIES?: AN OVERVIEW NOR AZLINA ABD WAHAB ( Corresponding Author ) Akademi Pengajian Islam Kontemporari ( ACIS ), Maqasid Syariah. 2(2), 73–92.
  7. Hukum, J., & Syariah, E. (2023). STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL SEBAGAI SYARIAH. 1(1), 26–43. https://doi.org/10.61553/abjoiec.v1i1.22
  8. Hutapea, R. M., & Yunus, H. (2025). Kronologi Penemuan Mayat Wanita Korban Mutilasi Dalam Koper di Ngawi. Media Hukum Indonesia, 2(6).
  9. Islam, U., Syarif, N., & Jakarta, H. (2016). MUTILASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA. 6(2), 71–85.
  10. Kuhp, T., Anggaraini, R. M., & Maksum, M. (2024). PERSPEKTIF HAM DAN MAQASHID SYARI ’ AH DALAM MENINJAU KEBIJAKAN HUKUM MATI DALAM UNDANG UNDANG. 3(2), 164–182.
  11. Lestiani, L., & Yusuf, H. (2025). Analisis Kriminologis terhadap Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Ngawi?: Studi Motif dan Pola Kejahatan. 2(6), 232–237. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/download/1453/1580
  12. Of, J., Business, I., & Studies, M. (2024). JUDI ONLINE DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH. 5(1), 1–21.
  13. Pemikiran, J., Dan, H., Islam, H., Universitas, S., Negeri, I., Kalijaga, S., & Email, Y. (2021). HUKUM QISHASH DIYAT?: Sebuah Alternatif Hukuman Bagi Pelaku Kejahatan Pembunuhan Berencana di Indonesia. 12.
  14. Priyatno, P. D. (2020). JIEFeS Penerapan Maqashid Syariah pada Mekanisme Asuransi Syariah JIEFeS dalam mengelola keuangan untuk menerapkan manajemen risiko yang mungkin. 1(1), 1–18.
  15. Rahma, T. S., & Wiranata, I. H. (2025). PENDIDIKAN HAM DAN ETIKA KEWARGANEGARAAN DI. 1617–1624.
  16. Saputra, A., & Rahman, N. A. (2024). Hukuman Mati?: Dilema Antara Maslahat Mursalah dan Hak Asasi Manusia di Indonesia. 2(4).
  17. Setiawan, A., Suwendi, B., Yudha, A., & Putra, H. (2024). Analisis Pembunuhan Dalam Ikatan Hubungan Keluarga?: Studi Kasus Pembunuhan Anak di Jagakarsa. 3(3), 790–797.
  18. Syariah, H. A. (2023). Teori Hifz Al-Nafs Dalam Maqasid Syariah?: Analisis Pendalilan The Theory of Hifz Al-Nafs In Maqasid Syariah?: Argumentation Analysis ( Corresponding Author ) ANWAR OSMAN ZAINURI Fakulti Pengajian Islam & Sains Sosial Maqasid Syariah. 6(1), 1–13.
  19. Wanita, M., Dalam, T., Merah, K., & Ngawi, D. I. (2025). Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara. 6(2), 486–503.
  20. Zahrah, A. M. (2014). Fiqh Islam Dan Mazhab Aliran.